Monday, November 9

Rembug Buku

?ui=2&view=att&th=124d7171c73f058b&attid=0.1&disp=attd&realattid=ii_124d7171c73f058b&zw

Kami mengundang bapak dan ibu, untuk mendiskusikan draft buku lesson learned program NDTIIC
Mohon hadir untuk sharing ide,pendapat dan gagasan pada  tanggal, 10 November 2009, Jam 10.00 WIB - Selesai di Ruang Tamu PEP.

Terima kasih

Edy dan Lutfi


Tuesday, October 27

LOWONGAN STAF IT SATUNAMA



Lembaga kami, Yayasan SATUNAMA Yogyakarta,
membuka lowongan untuk seseorang yang berkualitas dalam bidang Information Technology.
Prioritas pilihan kami adalah seseorang yang memenuhi kualifikasi sbb.:

1.mahir melakukan coding dari awal untuk bahasa (minimal) PHP, ASP, database MySQL
2. mahir mengolah grafis
3. paham administrasi server Apache
4. bisa bekerja dengan sistem operasi Linux dan Windows
5. dapat melakukan troubleshooting hardware dan software
6. mampu bekerja dalam tim
7. memiliki keinginan untuk belajar


 

silakan mengirim lamaran kepada :

HRD Yayasan SATUNAMA Yogyakarta.

Jl. Sambisari no. 99, Dsn Duwet, RT 007 RW 34, Sendangadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta 55285.

Atau per email: hrd@satunama.org.

Lamaran kami terima paling lambat tgl Senin, 21 Desember 2009 jam 16.00 WIB
Wawancara bagi pelamar terpilih akan dilakukan pada bulan Januari di SATUNAMA.
Kepastian waktu (hari dan tanggal) akan kami informasikan kemudian,
melalui SMS atau email.

Monday, October 26

HPS diperingati di Clapar,Hargowilis,Kokap,Kulon Progro

Kirab budaya dan arak-arakan Gunungan terdiri dari sayuran dan umbi-umbian serta buah-buahan, menandai dibukanya Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-29. Kegiatan ini mengambil tema : Mewujudkan Kedaulatan Pangan Dengan Memanfaatkan Keanekaragaman Potensi Pangan Lokal

Dusun Clapar, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo menjadi tempat bagi peringatan HPS yang terselenggara berkat kerjasama yang baik antara masyarakat tani, Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan (KP4K) Kabupaten Kulon Progo, Kelompok tani Sumber Mulyo dan Kelompok tani Uperma serta SATUNAMA

Dalam kata sambutan, panitia mengungkapkan ada sejumlah 400 orang yang diundang. Mereka berasal dari Gunung Kidul ( Ponjong dan Gedangsari) Kulon Progo ( Kokap,Pengasih,Samigaluh) Sleman ( Moyudan) serta tamu dari Mojokerto.

Camat Kokap Bp.Santoso, membuka secara resmi peringatan ini sekaligus menyampaikan sambutan tentang pentingnya air sebagai sumber kehidupan. Dalam acara yang juga dihadiri oleh pejabat dari Dinas pertanian tersebut, Camat Kokap menampaikan harapan agar dinas terkait, mampu menyediakan air yang cukup untuk kebutuhan pertanian, khususnya di Kecamatan Kokap.

Sementara ketua panitia kegiatan, Sukijan, menekankan pentingnya mengelola sumber pangan lokal dan harapannya terhadap masyarakat tani agar selalu bersemangat dalam mengolah lahan pertanian.

Mewakili Bupati Kulon Progo, Bp. Bambang Tri, membacakan sambutan yang antara lain berisi : Pangan adalah hak asasi manusia dan berkedudukan sama dengan hak asasi yg lain seperti contohnya hak masyarakat mendapat jaminan kesehatan.

Pangan juga mempunyai dimensi komplek. Terpenuhi dan tercukupinya pangan yang berkualitas, dinilai strategis dari sisi politis. SDM Masyarakat akan berkembang jika pangan tersedia secara berimbang cukup dan bergizi.

Ketersediaan pangan merupakan tanggung jawab bersama, pembangunan pangan yang berkelanjutan akan mengatasi kemiskinan masyarakat dan keberhasilan pembangunan pangan tidak lepas dar kreativitas masyarakat.

Setelah sambutan acara dilanjutkan dengan dialog antara camat, dinas ketahanan pangan dan kelompok tani. Hal yang muncul adalah mengenai perlunya sinergi antar berbagai pihak. Terutama pemerintah dan LSM yang dalam hal ini adalah mitra. Hendaknya pemerintah mengambil peran lebih banyak dalam rangka mendukung kebijakan tentang pertanian.

Ibu Tuti dari Jaringan Petani Kulon Progo (Jatirogo) mengukapkan peran Jatirogo dalam membantu petani di Clapar, terutama dalam kaitannya meningkatkan harga jual Gula Jawa. Sebelum ada jaringan, harga gula ditingkat petani hanya sehargaRp.4500/kg, setelah ada campur tangan, petani mampu menjual gula jawa Rp.7500/kg, hanya saja masalah mahalnya biaya transportasi untuk mengambil gula dari dusun Clapar ke Sekretariat Jatirogo dikeluhkan oleh Ibu Tuti. Biaya transportasinya adalah 400/kg, sementara keuntungan Jatirogo hanya sebesar Rp.500/kg

Kegiatan pojok inovasi menjadi ajang pembelajaran secara langsung. Dialog dan tukar pengalaman secara langsung terjadi antar kelompok dengan masyarakat umum. Dari ajang ini pengunjung berdialog dan mendapatkan tips ringan dan berguna dari ahlinya. Pojok inovasi menampilkan cara pembuatan Jamu, pembuatan bolu dari labu dan emping melinjo.

Hari kedua, minggu 18 Oktober 2009 diisi dengan berbagai lomba anak,antara lain mewarnai gambar dan melukis di kain sesuai dengan tema kegiatan, serta dialog pertanian.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan hadiah untuk lomba agroexpo dan lomba anak. Dalam sambutannya penutupan direktur SATUNAMA menyampaikan, tidak perlu menjamu tamu dengan makanan lokal, asal tidak melupakan unsur kebersihannya. Pada malam harinya diadakan pentas wayang orang.

Kegiatan dapat berjalan baik sesuai dengan keinginan panitia, walaupun ada beberapa agenda yang harus berubah, seperti Bupati Kulonprogo yang batal hadir dikarenakan satu dan lain hal. Namun secara umum peringatan HPS ke-29 di Clapar, telah memberikan banyak pembelajaran bagi pihak-pihak yang terlibat, tantangannya adalah memastikan agar proses share informasi selama kegiatan – melalui dialog, pemutaran film, pojok inovasi dan lomba-lomba-- benar-benar memperkaya semua pihak yang terlibat, agar dalam peringatan-peringatan HPS selanjutnya tidak habis pada proses “tontonan” saja, tapi juga bisa menjadi tuntunan. (**ed)

Tuesday, September 1

Bersih Lingkungan SATUNAMA

Dear all,
Usulan bergotong royong membersihkan kompleks SATUNAMA, mendapat tanggapan sangat positif dari semua kawan di dalam acara review program 31/8 - 1/9/09. Kegiatan gotong royong ini perlu kita lakukan agar lingkungan tempat kita bekerja semakin bersih dan nyaman.

Untuk kegiatan awal akan dimulai setelah lebaran diorganisir oleh unit BMTS. Jika kegiatan ini berhasil baik, maka kegiatan akan diteruskan setiap satu bulan sekali.

Untuk hal-hal yang membutuhkan penanganan khusus seperti pada kasus mobil-listrik, akan diserahkan kepada pihak yang profesional. Mari membersihkan lingkungan kita. Kalo bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi




Tuesday, August 18

dari sepiring pisang

Sehari setelah peringatan kemerdekaan RI ke-64, Sore sekitar pukul 14.30 WIB,  Pak Surip seorang gardener sejati, datang ke West Office Building dengan membawa sepiring penuh pisang rebus hasil dari kebun kantor.  Hmm..Mantapp Pak Surip!!. Pisangmu membuat soreku bersemangat

By the way, ngomongin masalah pisang yang diambil dari kebun, sebetulnya ide sederhana ini  bisa jadi hebat manakala, pisang yang diambil dari kebun tersebut sungguh-sungguh dikelola. Idenya adalah, menanami setiap jengkal tanah di kebun/ tanah kosong dengan tananam pisang. Tanaman ini termasuk tanaman yang mudah tumbuh dan minim perawatan. Setidaknya ada dua manfaat nyata dari ide menanam pisang di kebun, pertama bagian dapur tidak harus repot mencari daun pisang karena di kebun sudah tersedian, dan jika pisang itu tidak laku dijual, acara pembagian pisang rebus gratis ala PMT (Program Makanan Tambahan) kepada staf bisa dilanjutkan, atau paling tidak dijadwalkan sebulan sekali. PMT ini pasti akan memotivasi teman-teman untuk bekerja lebih bersemangat, karena kebutuhan akan vitamin dan kalsium, terpenuhi dalam buah pisang. Laksanakan !

Thursday, August 6

produk lokal yang tetap banyak penggemarnya

Siapa bilang  lebih banyak penggemarnya Roti daripada Tiwul ?

Rabu sore, 5 agustus 2009 menjadi moment pembuktian bahwa rasa tiwul mampu menghipnotis lidah-lidah kawan-kawan divisi PEP. Ceritanya, sepulang dari melakukan pencarian data di BAPPEDA Gunung Kidul, Mbak Ani pulang dengan membawa oleh-oleh Tiwul dan Kripik Bayem yang dibuat ala kripik belut.

Mantap tenan, sesiang itu beberapa teman tidak beranjak sekedar untuk mencuil dan merasakan sensasi manis dan gurih dari kedua makanan tersebut. Setelah menikmati makanan khas tersebut, semangat kerja menjadi bertambah. Jadi siapa bilang tiwul dan kawan-kawannya mulai kehilangan penggemar.

contoh baik merawat aset lembaga

Mas Bagong nyemplung di bak mandi!!

Pagi ini contoh baik dalam merawat aset lembaga, sudah ditunjukkan oleh Mas Giyanto a.k.a Mas Bagong. Beliau langsung terjun ke bak mandi, setelah hari kemarin ( 5 Agustus 2009) mendapat complain dari Mbak Anik, mengenai kondisi bocornya bak kamar mandi di ruangan divisi Special Project.

Pagi ini, dengan membawa seperangkat alat bangunan berupa pemotong keramik, semen putih, sabut dan cetok dia bergegas membereskan keluhan tentang bocornya air. "Nat di bak ilang kabeh je mas" katanya kepada saya ketika tengah asyik menambal sambungan antar keramik dengan semen putih. Salut buat Mas Bagong, Respon cepat anda menjadi contoh bagi kami untuk memelihara aset lembaga.